Makalah; Konsep Dasar dan Desain Evaluasi Pembelajaran Menulis



MAKALAH KONSEP DASAR DAN DESAIN EVALUASI  PEMBELAJARAN MENULIS
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagain Tugas Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran Bahasa

A.    Pendahuluan
Sudah menjadi ketentuan bahwa manusia ditakdirkan untuk berkomunikasi dengan manusia lain semenjak dilahirkan. Dalam teori perolehan bahasa dikenal konsep tentang bahasa kanak-kanak, bahasa remaja, dan bahasa orang dewasa. Konsep tersebut bermuatan informasi mengenai penguasaan dan volume kosakata, kaidah bahasa, dan pelbagai ragam situasi pemakaian bahasa.

Dewasa ini sudah terdapat buku pelajaran bahasa yang menyajikan penugasan menulis dengan perintah "Kembangkanlah empat kalimat di bawah ini masing-masing sebagai kalimat utama dalam suatu paragraf sehingga menjadi sebuah karangan dalam empat paragraf!". Yang lebih sulit lagi ialah bagaimanakah mengevaluasi hasil karya siswa yang berupa karangan. Acuan apakah yang dapat dijadikan tolok ukur untuk karangan siswa sebagai karangan yang amat baik, baik, sedang, dan kurang. Oleh sebab itu, perlu kiranya diupayakan jalan keluar.

B.    Kajian Teori
1.    Evaluasi
Suharsimi Arikunto (2004) Evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan.

Sedangkan Rooijackers Ad mendefinisikan evaluasi sebagai setiap uasaha atau proses dalam menentukan nilai. Secara khusus evaluasi atau penilaian juga di artikan sebagai proses pemberian nilai berdasarkan data kuantitatif hasil pengukuran untuk keperluan pengambilan keputusan.

Jadi evaluasi adalah proses penilaian. Penilaian ini bisa jadi netral, positif dan negatif atau merupakan gabungan dari keduanya. Saat sesuatu di evaluasi biasanya orang mengevaluasi mengambil keputusan tentang nilai dan manfaatnya.

2.    Menulis
Menulis adalah proses menggambarkan suatu bahasa sehingga pesan yang disampaikan penulis dapat di pahami pembaca (tarigan,1986:21).
Menulis adalah suatu proses menyusun, mencatat, dan megkomunikasikan makna dalam tataran ganda bersifat interaktif dan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan suatu sistem tanda konvesional yang dapat dilihat/dibaca (Tatkala,1982)

C.    Pembahasan
Sajian pokok yang dipaparkan dalam tulisan tulisan ini adalah susunan pengembangan teknik evaluasi menulis yang dapat dilihat dari beberapa aspek berikut.
a.    Respon terhadap hasil siswa
Evaluasi lebih tepat dikatakan sebagai respon terhadap hasil tulisan siswa merupakan kegiatan cukup banyak dalam proses pembelajaran keterampilan menulis. Respon atau evaluasi bukanlah kegiatan di akhir pembelajaran. Namun sayangnya, guru lebih banyak terfokus pada hasil akhir karangan dari pada proses. Pembelajaran menulis sebaiknya menjadi kegiatan interaksi antara penulis dan pembaca, suatu kegiatan proses penemuan (discovery) bagi siswa. 

Guru menulis akan mengamati perkembangan proses pembelajaran menulis setiap siswanya. Dapat dipastikan bahwa jika prosesnya benar dan baik maka hasilnya pun akan benar dan baik. Dengan demikian dapat juga dikatakan bahwa evaluasi proses bertujuan untuk memberi masukan kepada siswa dan guru tentang kualitas proses yang dilakukan untuk mencapai hasil yang berkualitas.

b.    Aspek yang Dinilai
Evaluasi keterampilan menulis merupakan suatu evaluasi yang mengukur keterampilan siswa dalam mengungkapkan gagasan, menentukan teknik penyajiannya, dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar di dalam bahasa tulisan. Penekanan evaluasi menulis adalah kepekaan siswa terhadap penggunaan pola-pola kata yang tepat di dalam bahasa resmi tulisan. Kepekaan siswa terhadap penggunaan pola-pola tersebut meliputi (Safari 1997:109):
1)    kesesuaian antara subjek dengan bentuk kata kerja dalam kalimat,
2)    pemakaian kata ganti,
3)    penggunaan kata sifat, dan
4)    penggunaan kata tambahan 

Keterampilan menulis siswa dapat diukur melalui berbagai kegiatan, misalnya kegiatan:
  1)    menyalin,
  2)    menyadur,
  3)    membuat: ikhtisar, catatan, formulir, bagan, denah, tabel;
  4)    menulis: laporan, notulen, puisi, hasil diskusi, surat, pidato, poster. Iklan, kuitansi, riwayat hidup, dan proposal/usulan/kegiatan.

Secara khusus aspek yang dinilai dalam evaluasi menulis adalah didasarkan pada ruang lingkup dan tingkat kedalaman pembelajaran serta tujuan pembelajaran yang ditetapkan dalam kurikulum. Secara umum aspek yang dapat dinilai dalam evaluasi menulis di antaranya:
1)    aspek kebahasaan: isi; penalaran; ketepatan dan kesesuaian; teknik penyajian; gaya penyajian dan bahasa; keterbacaan/kejelasan; ejaan, tanda baca; pilihan kata, dan
2)    aspek penampilan dan sikap: kesungguhan, memikat pembaca, hati-hati, teliti, bijaksana, dan berani dan percaya diri.
 
Untuk mampu mengukur keterampilan menulis siswa, dalam evaluasi menulis dapat ditanyakan hal-hal seperti berikut ini.
1)    Menguji kesesuaian antara subjek dan bentuk kata kerja dalam kalimat.
2)    Menguji kesejajaran bentuk kata dalam kalimat.
3)    Menguji pemakaian/penggunaan kata ganti, kata sifat, kata tambahan, gaya bahasa, ejaan dan tanda baca.
4)   Menguji kemampuan menyusun isi karangan atau menyusun ulang kalimat/paragraf yang diacak tempatnya.
 
5)    Menuliskan:
  a)    nama diri berdasarkan hasil penyusunan nama diri dengan menggunakan kartu huruf yang telah dilakukan, 
  b)    kata, kalimat, paragraf atau wacana yang didektekan,
  c)    pesan, perasaan, atau keinginan,
  d)    cerita berdasarkan gambar berseri,
  e)    daftar kegiatan sehari-hari dengan menggunakan tebel sederhana,
  f)    kata-kata berdasarkan urutan alfabet untuk membuat kamus,
  g)    cerita atau dongeng,
  h)    pengalaman dalam bahasa puisi,
  i)    poster yang berisikan imbauan untuk menjaga kelestarian lingkungan, iklan, pengumuman, slogan, atau imbauan,
   j)    ucapan selamat, 

6)    Melengkapi cerita pada bagian awal, tengah, atau akhir yang dihilangkan.
7)    Membuat/menyusun:
  a)    laporan: pengamatan, hasil kunjungan, wawancara
  b)    paragraf yang diacak/kalimat-kalimat yang diacak menjadi paragraf,
  c)    kerangka karangan,
  d)    buku harian, jadwal pelaksanaan kegiatan,
  e)    naskah pidato, sambutan tertulis,
  f)    menulis surat; surat dinas, surat pribadi, surat permohonan izin,
  g)    karya tulis.

D.    Evaluasi pada pembelajaran menulis surat dinas
1.    Jenis evaluasi    : tes
2.    Bentuk        : uraian

Kerjakan soal berikut dengan baik!
Buatlah sebuah  surat dinas yang berkaitan dengan kegiatan Pentas Seni OSIS SMP Nusa Bangsa. Surat tersebut berisi tentang undangan kepada SMP Negeri 155 Jakarta untuk menghadiri kegiatan pentas seni tersebut. Adapun kegiatan pentas seni tersebut akan dilaksanakan pada
hari, tanggal       : Sabtu, 14 Juli 2014
waktu                  : Pukul 08.00 – 14.00 WIB
tempat                 : Aula SMP Nusa Bangsa
acara                    : Pentas Seni OSIS SMP Nusa Bangsa

E.    Kesimpulan 
Mengevaluasi keberhasilan program pembelajaran tidak culup hanya dengan menggunakan penilaian terhadap hasil belajar siswa sebagai produk dari sebuah proses pembelajaran. Evaluasi terhadap program pembelajaran yang disusun dan dilaksanakan sebaiknya menjangkau penilaian terhadap  desain pembelajaran yang meliputi kompetensi yang dikembangkan danjuga hasil program pembelajaran.

F.    Daftar Pustaka
Safari. 1997. Pengujian dan Penilaian Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Kartanegara.

Tarigan, Henry Guntur, 1986. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Penerbit Angkasa.

Tatkala.1982.Pembelajaran Menulis. Bandung. Angkasa

Arikunto, Suharsimi. 2004. Prosedur Penelitian: Suatu pendekatan Praktek. Bandung: Rineka Cipta.

Ad Rooijakkers. (1990). Mengajar dengan Sukses. Cetakan Ke-7. Jakarta: PT Gramedia.